Abdussakir

Dzikir, Fikir, dan Amal Shaleh

Hasna Hain, Rona Hain

Posted by abdussakir on November 3, 2008

Saat itu, perjalanan di atas bis sangat sepi. Saya memang suka menyendiri walau di keramaian. Di luar, nampak gunung Arjuno tinggi menjulang. Tapi, adanya gunung ini, tentu karena adanya lembah. Adanya daratan, tentu karena adanya lautan. Adanya ada, tentu karena adanya tidak ada. Ada miskin, karena ada kaya. Ada senang, karena ada susah.

Terdengar bait lagu India dari headset Nokia. “Kabhi hasna hain, kabhi rona hain. Jiwan suk duk ka sangam hain“. Kadang kita tertawa, kadang juga menangis. Hidup memang pertalian antara suka dan duka. Ada tangis, ada tawa, silih berganti. Ada miskin, ada kaya, ada pembeda. Dunia, ye kahani.

Hidup memang nyanyian antara suka dan duka. Dan, jalan terbaik untuk menghadapinya adalah SYUKUR dan SHABAR. Syukur saat senang, dan shabar saat susah. Kadang, saat susah, kita meraung-raung, meratap, dan mendekat kepada Allah seolah-olah muhlishina lahu ad-dina. Tapi setelah kita senang, kita lupa bahwa kita pernah berdoa, meratap sebelumnya. Sungguh, kita ini amat zhalim dan bodoh.

Syukurilah kesenangan, karena senang itu muncul tatkala hilangnya kesedihan. Alhamdulillahi al-ladzi adzhaba ‘anna al-hazan. Shabarlah saat susah, karena setelah susah itu, ada kemudahan. Inna ma’a al-usri yusran. Lengkaplah dunia ini.

3 Responses to “Hasna Hain, Rona Hain”

  1. Assalamu’alaikum!

    Alkhamdulillah memotivasi pak!

  2. Tri pendra said

    knapa ya…hidup ini harus ada sifat antagonis setiap perkara???????
    apa itu sebuah hukum alam yang ngak bisa di ingkari….
    kenapa ya dahulu senang itu di ibaratkan dengan kebahagiaan dan sedih itu di ibaratkan susah payah n gelisah…klo di balik bagaimana???
    senang untuk susah n sedih untuk bahagia….he..he..
    Pak….
    mohon maaf lahir dan batin…n tambah lagi renungannya ya pak….
    oh ya pak, aku pernah dengar oramg2 berkata” jangan lah terlalu banyak tertawa…nanti kamu bisa menangis” menrut matematika Apakah sebuah kalimat ini bisa di buktikan pak???

    • abdussakir said

      Sama-sama. Jangan terlalu mengandalkan matematika. Matematika itu cenderung mengandalkan logika atau rasio, sok rasional. Hidup itu tidak semuanya rasional. Matematika sendiri mengakui bahwa selain rasional ada yang irrasional. Saya sendiri adalah orang matematika yang tidak rasional. Cuma, kadang-kadang saja pura-pura rasional. Pura-pura. Okey

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: